Aku merasa harus menulis sajak ini
Karena semakin banyak orang bunuh diri
Akibat depresi menghadapi tekanan ekonomi
Yang dikendalikan rezim tanpa nurani
Maka sebelum berangkat demonstrasi
Menentang rezim yang basi
Yang dikelola para buaya
Aku tulis sajak: ‘Mosi Tidak Percaya!’
Aku tidak percaya kamu pemimpin besar
Karena pemimpin besar tanggungjawabnya juga besar
Aku tahu kamu adalah pemimpin bongsor
Karena pemimpin bongsor hanya ingin jadi kesohor
Rakyat Indonesia butuh: leader
Sedangkan kamu lebih mirip dealer
Pagi transaksi, siang transaksi, malam transaksi
Sampai-sampai dari nafasmu bau terasi
Maka sebelum ayam berkokok
Dan muadzin mengumandangkan adzan
Memecah pagi yang getir
Aku nyatakan dengan lantang kepadamu, Yudhoyono
Mosi tidak percaya : “Aku sudah tidak percaya…!”
***
Itulah puisi karya Adhie M. Massardi berjudul Mosi Tidak Percaya. Sajak ini pertama kali dibacakan pada Kamis, 12 April 2012 lalu, dalam acara Sarasehan Anak Negeri yang disiarkan secara live oleh Metro TV. Lewat BBM, Adhie mengirimkan puisi itu ke saya.
“Keren mas puisinya,” puji saya.
“Iya, tapi oleh Kania (presenter Metro TV: Kania Sutisnawinata-pen) puisi saya malam itu di-cut,” ujarnya kecewa.
Selama ini, Adhie dikenal sebagai pengkritik pemerintahan SBY. Belakangan, ia mengkampanyekan ‘Tiga Tuntutan Rakyat 2012′ yang disingkat Tritura 2.0. Ketiga tuntutan itu adalah (1) Turunkan harga; (2) Turunkan SBY dan rezimnya yang korup; dan (3) Cabut Undang-Undang yang menyengsarakan rakyat. Logo Tritura 2.0 tersebut sekarang menjadi profil picture (propic) di BBM-nya Adhie.
Berhubungan penasaran, saya pun bertanya tentang Tritura 2.0 ini. Pertanyaan saya : (1) Harga mana saja mas yang mau diturunkan? Selain bensin apa lagi?; (2) Kapan target menurunkan SBY dan rezimnya yang korup? Lalu bagaimana cara merealisasikannya?; (3) Mana saja Undang-Undang yang menyengsarakan rakyat mas?
“Saya jawab borongan ya,” ujar Adhie.
Berikut jawaban borongan itu:
“Undang-undang yang diidentifikasikan menyengsarakan rakyat dan bertentangan dengan Konstitusi cukup banyak. Di bawah ini sebagian yang sudah diidentivikasi, yang menyangkut bidang ekonomi. Atau yang berkaitan dengan bidang-bidang strategis untuk kehidupan negara (penting bagi negara) dan strategis untuk rakyat (menguasai hidup orang banyak).
Undang-Undang ini dipilih dari Undang-Undang yang dibentuk sejak 1967 sampai dengan tahun 2009, dengan perincian antara lain sebagai berikut:
Undang-undang tentang Investasi, terdiri dari: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 Tentang Penanaman Modal Asing, Undang_undang Nomor 6 Tahun 1968 Tentang Penanaman Modal Dalam Negeri, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal.
Undang-undang tentang Perbankan, terdiri dari: Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1967 Tentang Pokok-pokok Perbankan, Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan, Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan.
Undang-undang tentang Perseroan/Perusahaan, terdiri dari: Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1995 Tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Undang-Undang RI Nomor 40 tahun 2007 Tentang Perseoran Terbatas, dan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Undang-undang tentang Sumber Daya Alam, terdiri dari: Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi, Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan, Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dan Undang-Undang RI Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.
Undang-undang tentang Hak Kekayaan Intelektual (Haki), terdiri dari: Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2002 Tentang Paten dan Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2002 Tentang Merek.
Undang-undang tentang Perkoperasian, terdiri dari: Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 1965 Tentang Perkoperasian, Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 1967 Tentang Pokok-pokok Perkoperasian, Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian. Undang-undang tentang Perdagangan, yaitu Undang-undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang GATT/WTO.
Substansi peraturan perundang-undangan bidang perekonomian tersebut dianalisis terhadap ketentuan konstitusi, yakni terhadap Pasal 33 Undang Undang Dasar 1945, ayat (2) dan ayat (3) mengandung makna kesejahteraan bagi masyarakat banyak. Pasal 33 bUUD 1945 merupakan dasar demokrasi ekonomi, yaitu demokrasi ekonomi Indonesia berdasarkan paham kebersamaan dan asas kekeluargaan.“
“Lalu pertanyaan ke-2 jawabannya apa, mas?” tanya saya penasaran.
Dua kali saya tanya, tetapi Adhie tak menjawab. Ternyata saya terlalu naif (baca: bodoh). Saya baru mengerti mengapa Adhie tidak menjawab. Jelas, jika pertanyaan kedua dijawab, maka intel Republik Indonesia akan bisa tahu strategi yang dilakukan oleh Adhie dan rekan-rekannya.
“Ah, bodoh sekali saya ini,” ujar saya sambil memukul jidat. “Ploookkk!!!”
Tuesday, April 17, 2012
Friday, April 13, 2012
PESAN RAMADHAN GOKIL
Selama bulan puasa ini beredar berbagai renungan yang seolah menggambil dari gaya penulisan hadist. Entah siapa yang mempunyai gagasan awal yang menurut saya gokil ini. Buat saya selama tidak menyinggung Allah atau Nabi Muhammad, renungan ini saya anggap sebagai joke di bulan Ramadhan.
Berikut saya kumpulkan renungan-renungan gokil Ramadhan ini….
“Barangsiapa menjalani malam-malam bulan puasa dengan tidak tidur dan tidak mengerjakan amalan-amalan sholeh, itu adalah contoh orang-orang yang begadang tiada artinya”. (H.R. Oma Irama)
“Sesungguhnya sunnah dan berpahala seseorang itu bila ia berbuka dengan kurma. Dan sesungguhnya akan datanglah siksaan baginya jika tertelan bijinya”. (HR. Kurma Seller)
“Barangsiapa di malam hari Ramadhan dia masih bekerja di kantor, sedangkan yang lain telah pulang, maka yang demikian itu tergolong orang-orang yang lembur”. (HR. Departement)
“Apabila kamu dapati di antara kamu ditengah hari puasa seorang pria yang selalu tersenyum di sepanjang hari puasanya, dengan bibir yang tetap basah, wajah kemerahan, dan tangan kekuning-kuningan, maka sesungguhnya yang demikian itu adalah tanda-tanda orang yang membatalkan puasanya dengan lauk nasi padang gulai otak dan memakannya dengan kedua tangan dan mengakhirinya dengan es teh manis.” (RM. Sederhana)
“Sesungguhnya berbuka dengan kurma sangat dianjurkan, dan sesungguhnya datanglah siksaan baginya jika tertelan biji kurma tersebut.” (Kyai Al- Kurma)
“Barangsiapa yang berbelanja sebelum dapat THR dari kantor, sesungguhnya mereka termasuk ke dalam golongan orang-orang mampu.” (Kyai Al-Tajir)
“Barangsiapa yang di saat berbuka masih berada di jalan, maka orang yang demikian itu tergolong ke dalam golongan orang-orang yang terkena macet.” (Kyai Al-Jakarta)
“Dan ketika di makan hari di bulan Ramadhan seseorang tidak SMS atau BB-an, maka orang ini tergolong sebagai orang-orang yang tidak mempunyai pulsa.” (HR. Mama)
“Barangsiapa bangun sahur di bulan Ramadhan lalu ia tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi, dia termasuk golongan orang-orang berambut gimbal.” (HR. Mbah Surip)
BAYANGKAN SAAT KITA NGEDEN PAS PUP, EH TERDENGAR SUARA ADZAN
Tak ada larangan melakukan syiar, selama dilakukan dengan cara elegan, tidak memaksa, dan pada tempatnya. Sebagai muslim, tentu sangat bangga dengan aktivitas syiar ini. Namun sayang, banyak dari kita yang belum cukup punya ilmu tentang syiar ini, sehingga kita tidak tahu mana do and don’t-nya.
Dalam kesempatan kajian rutin ba’da Dzuhur di kantor, saya mendapat pencerahan dari Ustaz Abdullah Syaroni. Beliau menjabarkan beberapa syiar yang dilarang untuk kita lakukan, salah satunya menggunakan ring tone ayat suci atau pun panggilan adzan.
Saat ini cukup banyak saudara sesama muslim yang menggunakan ring tone pada saat telepon masuk yang diambil dari ayat suci, termasuk ring tone adzan yang berbunyi saat waktu sholat. Niat mereka baik, tetapi menurut Ustaz penggunaannya sebetulnya tidak tepat. Ada sejumlah alasan yang diutarakan Ustaz, tetapi saya cuma membagi dua saja.
Pertama, tentang masalah pemenggalan ayat suci al-Qur’an itu sendiri. Bahwa kalimat dalam ayat suci tidak bisa dipenggal seenak udel kita. Sebab, jika sembarangan memenggal, maka akan merusak makna. Ustaz memberi contoh surat Al-Ma’un di bawah ini:
Aro’aytalladzi yukaddzibu bid-din. Fadzalikalladzi yadu’ul yatim. Wala yahudhdhu ‘ala tho’amil miskin, Fa-waylul lil-musholin. Alladzina hum ‘an sholatihim sahun. Alladzina hum yuro’un. Wa-yamna’unal ma’un.
(Artinya: Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat. Yang lalai akan sholatnya. Yang berbuat riya. Dan enggan (menolong dengan) barang berguna.)
Ayat di atas adalah keseluruhan ayat di surat Al-Ma’un. Jika ring tong telepon selular berbunyi dan Anda memenggal di ayat ke-4, yakni kata “Fa-waylul lil-musholin” atau “Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat”, maka hal tersebut akan fatal. Kelihatannya sepele, tetapi sekali lagi itu fatal.
Sesungguhnya maksud dari ayat itu adalah celaka bagi orang yang melalaikan shalat, bukan mereka yang sholat itu celaka. Dengan penggalan yang seenaknya itu, maka akan berbeda makna. Dan perlu diketahui, mumpung sedang berbicara masalah surat Al-Ma’un. Kutipan ayat sepontong ini sempat dimanfaatkan oleh seorang Kiai di zaman Partai Komunis Indonesia (PKI) berjaya pada 1955-an. Kiai yang belakangan dikenal sebagai Kiai PKI itu bernama Kiai Dasuki Sirodj.
Perhatikan juga kalimat pada adzan berikut ini:
Asyhadu an laa ilaaha illallaah.
(Artinya: Aku bersaksi bahwa Tidak Ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah)
Jika Anda memenggal di kata “Asyhadu an laa ilaaha..” dalam rangka mematikan ring tone tersebut, maka maknanya menjadi “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan“. Hal itu membuat Anda seakan menjadi orang tak bertuhan alias Atheis. Terlihat sepele, tapi fatal.
Tentu akan berbeda jika Anda, pemilik ring tone itu mengerti arti dari ayat-ayat yang di-ring tone-kan itu, sehingga pada saat memenggal, Anda mengerti. Namun itu pun menurut Ustaz tetap dilarang. Kenapa? Nah, ini menjadi alasan kedua. Bahwa ayat al-Qur’an adalah ayat suci. Kesucian akan ternodai apabila ayat itu diperdengarkan atau di-syiar-kan di tempat yang tidak terhormat, salah satunya di WC.
Bayangkan ketika Anda sedang pipis, terdengar ring tone ayat suci? Atau ketika pup (buang air besar), ring tone adzan terdengar? Sungguh hina sekali bertepatan dengan Anda ngeden untuk mengeluarkan kotoran, terdengar ring tone itu.
Al-Qur’an bukanlah koran, majalah, atau novel yang bisa seenaknya masuk WC. Oleh karena itu, wajib kita hormati. Perhatikan surat al-Hajj di bawah ini:
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya” (al-Hajj : 30)
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (al-Hajj: 32)
Lalu bagaimana dengan aplikasi al-Qur’an yang ada pada gadget?Apakah juga dilarang sebagaimana ring tone?
Insya Allah semua orang muslim tahu, bahwa kita dilarang membawa al-Qur’an, buku yang ada ayat-ayat al-Qur’an, atau segala hal (aksesoris, dll) yang terdapat huruf al-Qur’an, nama Allah, atau Rasulullah. Bahkan ketika masuk WC, Rasulullah pernah mencontohkan, sempat membuka cincin yang bertuliskan namanya. Namun ini tidak berlaku pada gadget.
Aplikasi al-Qur’an yang ada pada gadget tidak dilarang masuk ke dalam WC. Logikanya tentu tidak mungkin gadget Anda, baik itu handphone, Blackberry, maupun i-Pad, diletakkan di luar WC. Pasti gadget-gadget itu akan lenyap seketika.
Namun, kisah Ustaz, pernah ada jama’ah yang ngotot pada seorang Kiai, bahwa aplikasi al-Qur’an tetap dilarang masuk ke WC, sebagaimana al-Qur’an serta aksesoris-akseroris yang terdapat nama Allah, Rasulullah, maupun ayat-ayat al-Qur’an lain.
“Apakah Anda punya hafalan al-Qur’an di kepala Anda?” tanya Kiai itu pada seorang jama’ah yang ngotot.
“Ya, punya Kiai. Alhamdulillah saya hafal surat al Ikhlas, al-Lahab, dan surat-surat pendek lain,” ujar jama’ah itu sombong.
“Baik. Kalau begitu, setiap masuk ke WC, Anda tinggalkan kepala Anda yang berisi hafalan al-Qur’an itu,” papar Kiai.
“Tidak mungkin lah, pak Kiai!“
“Begitu juga aplikasi di gadget.”
Awalnya si jama’ah masih tidak mengerti, tetapi begitu dipaparkan panjang lebar, ia pun mengerti. Bahwa aplikasi al-Qur’an pada gadget itu bisa muncul al-Qur’an, baik tulisan maupun suara, jika kita mengutak-atik menu-menu yang ada di gadget tersebut. Namanya juga aplikasi, jadi membutuhkan cara untuk membukanya. Al-Qur’an tidak akan muncul dengan sendiri sebagaimana ring tone yang tiba-tiba bisa berbunyi ketika telepon masuk.
Hafalan yang ada di kepala dan otak kita adalah sebuah analogi, bahwa kita tidak mungkin bisa meletakkan atau mengeluarkan hafalan tersebut ketika kita masuk ke WC, karena sudah di-set di otak kita. Al-Qur’an yang ada di gadget juga sudah di-set sedemikian rupa. Ini berbeda jika tulisan al-Qur’an dijadikan profil picture atau status di Blackbarry yang menggunakan penggalan-penggalan al-Qur’an. Itu sudah muncul sebagaimana kita membawa al-Qur’an dan itu dilarang.
Etika-etika yang menurut kita selama ini baik, ternyata bermasalah. Ya, maklumlah, sebagian besar dari kita belum mengetahui ilmu tentang hal ini, termasuk saya. Alhamdulillah, saya jadi mengerti dan tercerahkan siang kemarin. Semoga sharing dari kajian ba’da Dzuhur di kantor saya ini biasa bermanfaat untuk saudara-saudaraku.
Wallahu a’lam
Thursday, February 2, 2012
KASIHAN (ALM.) ADE NAMNUNG: BARU JUGA MENINGGAL, EH...
Bukan infotainment jika tidak mengangkat aib figure publik. Mau figure publik yang masih hidup, maupun yang sudah meninggal. Bagi infotainment semua bisa jadi berita dan barangkali mendapatkan rating tinggi.
Paling aktual tentang almarhum Ade Namnung. Belum juga seminggu meninggal, ada infotainment yang sudah siap mengorek-ngorek rahasia keluarganya. Bahkan di situs detik, berita tentang masalah keluarga almarhum sudah dipublikasikan kemarin. Judulnya: “Keluarga Kecewa Ada yang Mengaku Ayah Ade Namnung”.
Awal berita itu muncul sebetulnya dari pesan yang di-broadcast via Blackberry maupun SMS, yang isinya seperti ini:
“Saya Ramon Papana, papanya alm. Ade Namnung ingin mengucapkan terima kasih atas segala bantuan, doa, dan dukungan teman-teman selama Ade Namnung dirawat di Surabaya dan Jakarta sampai menutup mata dan dimakamkan hari ini. Ade anak baik dan punya teman-teman yang baik seperti Mas dan Mbak sekalian. Terima kasih dan mohon doanya untuk Ade Namnung”
Seperti tertulis di pesan tersebut, yang mengirim pesan adalah Ramon Papana. Di kalangan comic di dunia stand up comedy, nama pria tersebut sudah tidak asing lagi. Ia seorang penghibur yang memulai karirnya sebagai disc jockey (DJ). Di tahun 70-an, namanya dikenal sebagai DJ profesional pertama di Indonesia.
Pada 1997, Ramon membuka cafe bernama Comedy Cafe. Di cafe itulah ia mengembangkan stand up comedy yang sekarang ini berkembang pesat. Tak heran di kalangan comic, ia dianggap sebagai mentor dan mendapat julukan “Bapak Stand Up Comedy Indonesia”.
Kebetulan saya kenal dengan Ramon. Oleh beliau saya dijelaskan mengenai mengapa berita itu sampai terjadi dan akan melakukan klarifikasi di 40 hari meninggalnya almarhum Ade Namnung pada Maret mendatang. Namun saya mencoba memberi saran pada beliau agar tidak terpancing oleh infotainment dan kemudian meruncing menjadi konflik keluarga. Sebab, saya pribadi tidak suka jika orang sudah meninggal dibuka aibnya.
“Mas Ramon ada baiknya diselesaikan secara baik dan kekeluargaan,” saran saya. “Tidak perlu membuat konfrontasi. Dengan begitu akan membuat tenang almarhum”.
“Betul. Saya juga berharap dan bermaksud seperti itu,” ujar Ramon via BBM. “Yang utama adalah Namnung yang kita cintai bersama biar tenang. Amin. Thanks mas Brill”
“Alhamdulillah kalo mas Ramon berpikir sama dengan saya. Jangan terpancing oleh infotainment untuk buka masalah keluarga. Itu aib dan kasihan almarhum,” ujar saya menutup percakapan via BBM pagi ini.
Sahabat, kita tahu selama ini almarhum tidak memiliki catatan negatif sepanjang karirnya. Di mata para warga di rumah almarhum di Pondok Bambu pun Ade Namnung memiliki kepribadian yang baik. Jadi alangkah tidak terpuji jika “masalah” ini jadi bahan liputan infotainment dan dikonsumsikan untuk pemirsa televisi. Insya Allah baik Ramon Papana dan keluarga Ade Namnung bisa menyelesaikan “masalah” ini dengan baik dan lancar. Amin.
Paling aktual tentang almarhum Ade Namnung. Belum juga seminggu meninggal, ada infotainment yang sudah siap mengorek-ngorek rahasia keluarganya. Bahkan di situs detik, berita tentang masalah keluarga almarhum sudah dipublikasikan kemarin. Judulnya: “Keluarga Kecewa Ada yang Mengaku Ayah Ade Namnung”.
Awal berita itu muncul sebetulnya dari pesan yang di-broadcast via Blackberry maupun SMS, yang isinya seperti ini:
“Saya Ramon Papana, papanya alm. Ade Namnung ingin mengucapkan terima kasih atas segala bantuan, doa, dan dukungan teman-teman selama Ade Namnung dirawat di Surabaya dan Jakarta sampai menutup mata dan dimakamkan hari ini. Ade anak baik dan punya teman-teman yang baik seperti Mas dan Mbak sekalian. Terima kasih dan mohon doanya untuk Ade Namnung”
Seperti tertulis di pesan tersebut, yang mengirim pesan adalah Ramon Papana. Di kalangan comic di dunia stand up comedy, nama pria tersebut sudah tidak asing lagi. Ia seorang penghibur yang memulai karirnya sebagai disc jockey (DJ). Di tahun 70-an, namanya dikenal sebagai DJ profesional pertama di Indonesia.
Pada 1997, Ramon membuka cafe bernama Comedy Cafe. Di cafe itulah ia mengembangkan stand up comedy yang sekarang ini berkembang pesat. Tak heran di kalangan comic, ia dianggap sebagai mentor dan mendapat julukan “Bapak Stand Up Comedy Indonesia”.
Kebetulan saya kenal dengan Ramon. Oleh beliau saya dijelaskan mengenai mengapa berita itu sampai terjadi dan akan melakukan klarifikasi di 40 hari meninggalnya almarhum Ade Namnung pada Maret mendatang. Namun saya mencoba memberi saran pada beliau agar tidak terpancing oleh infotainment dan kemudian meruncing menjadi konflik keluarga. Sebab, saya pribadi tidak suka jika orang sudah meninggal dibuka aibnya.
“Mas Ramon ada baiknya diselesaikan secara baik dan kekeluargaan,” saran saya. “Tidak perlu membuat konfrontasi. Dengan begitu akan membuat tenang almarhum”.
“Betul. Saya juga berharap dan bermaksud seperti itu,” ujar Ramon via BBM. “Yang utama adalah Namnung yang kita cintai bersama biar tenang. Amin. Thanks mas Brill”
“Alhamdulillah kalo mas Ramon berpikir sama dengan saya. Jangan terpancing oleh infotainment untuk buka masalah keluarga. Itu aib dan kasihan almarhum,” ujar saya menutup percakapan via BBM pagi ini.
Sahabat, kita tahu selama ini almarhum tidak memiliki catatan negatif sepanjang karirnya. Di mata para warga di rumah almarhum di Pondok Bambu pun Ade Namnung memiliki kepribadian yang baik. Jadi alangkah tidak terpuji jika “masalah” ini jadi bahan liputan infotainment dan dikonsumsikan untuk pemirsa televisi. Insya Allah baik Ramon Papana dan keluarga Ade Namnung bisa menyelesaikan “masalah” ini dengan baik dan lancar. Amin.
Saturday, January 28, 2012
STAND UP COMEDY INDONESIA MENCARI BENTUK
Fenomena stand up comedy (SUC) yang belakangan ini muncul, memang cukup menarik. Betapa tidak, salah satu bentuk komedi ini tak cuma berkembang di kota-kota besar, tetapi juga berkembang di sejumlah daerah. Sebut saja Balikpapan, Makassar, Pontianak, Manado, dan sejumlah daerah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Ini terbukti dengan meningkatnya jumlah komunitas SUC serta sejumlah event yang menampilkan comic baru lewat open mic di kafe-kafe di seluruh Indonesia. Namun apakah SUC yang saat ini muncul di televisi sudah mencerminkan SUC Indonesia?
Jelas, tak ada SUC Indonesia. Kita tahu, SUC bukan made in Indonesia. SUC adalah bentuk komedi yang berasal dari Eropa dan Amrik dari abad ke-18 ini. Meski begitu, bukan berarti kita (baca: para comic) bisa dijiplak mentah-mentah SUC sebagaimana biasa dimainkan di luar negeri.
“Oleh karena itu, saat ini saya sedang merumuskan stand up comedy Indonesia,” ujar pemilik Comedy Cafe dalam sebuah workshop SUC yang berlangsung di Metro TV pada 27 Januari 2012 lalu.
Sebagai televisi yang saat ini menjadi “kiblat” SUC di Indonesia, Metro TV membuat workshop bertema: “Fenomena Stand Up Comedy di Indonesia”. Tujuan dari workshop ini adalah memberikan pemahaman tentang SUC, mulai dari sejarah dan perkembangan di Indonesia. Dalam kesempatan workshop tersebut, hadir pula Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini hadir dalam kapasitas sebagai pengamat sosial dan budaya. Kebetulan UIN Syarif Hidayatullah sendiri adalah kampus yang pertama kali mengadakan workshop SUC pertama dan membentuk komunitas SUC.
Menurut Komaruddin tidak semua materi bisa dibawakan oleh para comic. “Di luar negeri mungkin segala materi yang dibawakan oleh para comic sangat bebas,” terang Komaruddin. “Di sana agama atau suku bisa dibuat joke atau guyonan. Tapi di sini kita tidak mungkin bisa sebebas di sana. Ada rambu-rambu yang harus diingat oleh para comic.“
Ada hal yang perlu diketahui oleh para comic, lanjut Komaruddin. Bahwa ada materi joke yang masih bisa diungkapkan dalam wilayah komunal, yakni sekelompok orang atau komunitas. Materi joke ini hanya terbatas pada kelompok tersebut. Namun jika materi joke komunal tersebut diangkat ke wilayah publik, maka joke tersebut akan didengar oleh masyarakat luas. Inilah yang seringkali bersingunggan dengan masalah Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA).
Wilayah SARA inilah yang seringkali membuat banyak orang tidak suka. Ini dialami sendiri oleh komunitas SUC di Kalimantan dan Sulawesi. Sebagaimana saya kutip dari Republika (28/01/2012), menurut Yogi Setiawan (kordinator SUC wilayah Kalimantan dan Sulawesi), banyak haters yang kurang suka dengan konsep SUC yang banyak menyampaikan kerisauan sosial lewat humor.
“Sebenarnya ada jutaan materi joke yang bisa dibawakan oleh comic tanpa membawakan materi yang berbau SARA,” ucap Ramon yang selama ini dikenal sudah berhasil mencetak sejumlah comic di tanah air.
Selain SARA, Komaruddin juga mengomentari tentang materi joke yang jorok. Menurutnya, comic yang membawakan materi seperti itu adalah comic yang sudah kehilangan materi joke. “Saya cenderung menilai comic yang membawakan joke yang jorok itu tidak smart ya,” komentar Komaruddin. “Oleh karena itu perlu kecerdasan si comic agar terus memiliki materi-materi yang smart, tetapi tidak murahan“.
Komaruddin mengusulkan agar joke yang dibawakan tidak menyangkut idiom-idiom khusus yang akan bersinggungan dengan SARA. Sebab, idiom khusus jelas diketahui sebagai atribut dari agama tertentu atau suku tertentu. Misal kata “sholat”. Kata itu jelas merupakan idiom bagi agama Islam. Namun jika kita menggunakan kata “sembahyang” atau “berdoa” itu menjadi idiom umum. Tidak cuma agama tertentu yang memiliki idiom tersebut, sehingga penonton dari agama tertentu tidak bisa protes, karena tidak menggunakan idiom agamanya.
Begitu pula dengan nama Tuhan. Jika comic mengungkapkan nama Tuhan dari agama tertentu, misal Yesus, tentu hal tersebut akan menyinggung umat Kristen. Meski si comic sekadar menceritakan dirinya atau mengkritisi fenomena yang dianggap “tidak masuk akal”, namun hal tersebut jelas bersinggungan dengan masalah SARA. Oleh karena itu, lanjut Komaruddin, idiom Tuhan tentu akan “aman”.
Tambah Ramon, memilih idiom itu justru menjadi tantangan bagi para comic. Dengan adanya rambu-rambu, hal tersebut bukan berarti comic Indonesia memiliki “keterbatasan”, tetapi justru tantangan para comic untuk mengasah kecerdasan.
Soal kecerdasan ini, sosiolog UI DR Ida Ruwaida S. Sos, Msi juga setuju. Sebagai sebuah bentuk komedi yang cerdas, pelaku SUC jelas harus memiliki selera humor yang cerdas. “Tentu ini juga bukan perkara gampang,” ujarnya. “Sebab bukan berarti semua masyarakat kita sekarang sudah kritis menyikapi berbagai isu sosial yang ada.”
“Makanya menurut saya stand up comedy yang muncul di televisi, tidak sepenuhnya stand up yang sesuai dengan Indonesia,” papar Ramon. “Barangkali kalo kita ibaratkan anak sekolah, stand up comedy yang sekarang ini masih duduk di kelas satu. Namun karena masih terus belajar, ya jadi mohon dimaafkan“
Jadi seperti apa SUC Indonesia nantinya? Ramon tengah menyusun buku putih yang akan menjadi panduan para comic melakukan performance. Sambil menunggu buku putih SUC, para comic terus mencari bentuk-bentuk materi yang sesuai dengan semangat ke-Indonesia-an. Bahkan Komaruddin memberi gagasan memasukkan tradisi budaya Indonesia yang kaya itu ke dalam SUC.
Jelas, tak ada SUC Indonesia. Kita tahu, SUC bukan made in Indonesia. SUC adalah bentuk komedi yang berasal dari Eropa dan Amrik dari abad ke-18 ini. Meski begitu, bukan berarti kita (baca: para comic) bisa dijiplak mentah-mentah SUC sebagaimana biasa dimainkan di luar negeri.
“Oleh karena itu, saat ini saya sedang merumuskan stand up comedy Indonesia,” ujar pemilik Comedy Cafe dalam sebuah workshop SUC yang berlangsung di Metro TV pada 27 Januari 2012 lalu.
Sebagai televisi yang saat ini menjadi “kiblat” SUC di Indonesia, Metro TV membuat workshop bertema: “Fenomena Stand Up Comedy di Indonesia”. Tujuan dari workshop ini adalah memberikan pemahaman tentang SUC, mulai dari sejarah dan perkembangan di Indonesia. Dalam kesempatan workshop tersebut, hadir pula Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini hadir dalam kapasitas sebagai pengamat sosial dan budaya. Kebetulan UIN Syarif Hidayatullah sendiri adalah kampus yang pertama kali mengadakan workshop SUC pertama dan membentuk komunitas SUC.
Menurut Komaruddin tidak semua materi bisa dibawakan oleh para comic. “Di luar negeri mungkin segala materi yang dibawakan oleh para comic sangat bebas,” terang Komaruddin. “Di sana agama atau suku bisa dibuat joke atau guyonan. Tapi di sini kita tidak mungkin bisa sebebas di sana. Ada rambu-rambu yang harus diingat oleh para comic.“
Ada hal yang perlu diketahui oleh para comic, lanjut Komaruddin. Bahwa ada materi joke yang masih bisa diungkapkan dalam wilayah komunal, yakni sekelompok orang atau komunitas. Materi joke ini hanya terbatas pada kelompok tersebut. Namun jika materi joke komunal tersebut diangkat ke wilayah publik, maka joke tersebut akan didengar oleh masyarakat luas. Inilah yang seringkali bersingunggan dengan masalah Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA).
Wilayah SARA inilah yang seringkali membuat banyak orang tidak suka. Ini dialami sendiri oleh komunitas SUC di Kalimantan dan Sulawesi. Sebagaimana saya kutip dari Republika (28/01/2012), menurut Yogi Setiawan (kordinator SUC wilayah Kalimantan dan Sulawesi), banyak haters yang kurang suka dengan konsep SUC yang banyak menyampaikan kerisauan sosial lewat humor.
“Sebenarnya ada jutaan materi joke yang bisa dibawakan oleh comic tanpa membawakan materi yang berbau SARA,” ucap Ramon yang selama ini dikenal sudah berhasil mencetak sejumlah comic di tanah air.
Selain SARA, Komaruddin juga mengomentari tentang materi joke yang jorok. Menurutnya, comic yang membawakan materi seperti itu adalah comic yang sudah kehilangan materi joke. “Saya cenderung menilai comic yang membawakan joke yang jorok itu tidak smart ya,” komentar Komaruddin. “Oleh karena itu perlu kecerdasan si comic agar terus memiliki materi-materi yang smart, tetapi tidak murahan“.
Komaruddin mengusulkan agar joke yang dibawakan tidak menyangkut idiom-idiom khusus yang akan bersinggungan dengan SARA. Sebab, idiom khusus jelas diketahui sebagai atribut dari agama tertentu atau suku tertentu. Misal kata “sholat”. Kata itu jelas merupakan idiom bagi agama Islam. Namun jika kita menggunakan kata “sembahyang” atau “berdoa” itu menjadi idiom umum. Tidak cuma agama tertentu yang memiliki idiom tersebut, sehingga penonton dari agama tertentu tidak bisa protes, karena tidak menggunakan idiom agamanya.
Begitu pula dengan nama Tuhan. Jika comic mengungkapkan nama Tuhan dari agama tertentu, misal Yesus, tentu hal tersebut akan menyinggung umat Kristen. Meski si comic sekadar menceritakan dirinya atau mengkritisi fenomena yang dianggap “tidak masuk akal”, namun hal tersebut jelas bersinggungan dengan masalah SARA. Oleh karena itu, lanjut Komaruddin, idiom Tuhan tentu akan “aman”.
Tambah Ramon, memilih idiom itu justru menjadi tantangan bagi para comic. Dengan adanya rambu-rambu, hal tersebut bukan berarti comic Indonesia memiliki “keterbatasan”, tetapi justru tantangan para comic untuk mengasah kecerdasan.
Soal kecerdasan ini, sosiolog UI DR Ida Ruwaida S. Sos, Msi juga setuju. Sebagai sebuah bentuk komedi yang cerdas, pelaku SUC jelas harus memiliki selera humor yang cerdas. “Tentu ini juga bukan perkara gampang,” ujarnya. “Sebab bukan berarti semua masyarakat kita sekarang sudah kritis menyikapi berbagai isu sosial yang ada.”
“Makanya menurut saya stand up comedy yang muncul di televisi, tidak sepenuhnya stand up yang sesuai dengan Indonesia,” papar Ramon. “Barangkali kalo kita ibaratkan anak sekolah, stand up comedy yang sekarang ini masih duduk di kelas satu. Namun karena masih terus belajar, ya jadi mohon dimaafkan“
Jadi seperti apa SUC Indonesia nantinya? Ramon tengah menyusun buku putih yang akan menjadi panduan para comic melakukan performance. Sambil menunggu buku putih SUC, para comic terus mencari bentuk-bentuk materi yang sesuai dengan semangat ke-Indonesia-an. Bahkan Komaruddin memberi gagasan memasukkan tradisi budaya Indonesia yang kaya itu ke dalam SUC.
"TRIAL BY THE PRESS" LEBIH AMPUH DARIPADA "TRIAL BY THE COURT"
Begitu identitas diri Afriani Susanti (29) diketahui sebagai alumnus Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ada sebagian masyarakat langsung melebeli sekolah film dan televisi ini dengan cap negatif. Yang paling kasar mengatakan: “IKJ sarang narkoba”. Bahkan untuk mengantisipasi tindak kriminal yang barangkali akan dilakukan oleh warga masyarakat terhadap IKJ, pihak keamanan kampus membuat pemberitahuan untuk seluruh mahasiswa dan alumni IKJ agar mencopot stiker atau atribut yang ada tulisan maupun gambar IKJ di kendaraan mereka.
Selama ini kasus yang dilakukan seseorang dan merembet pada institusi bukan ini kali saja. Hal ini lazim terjadi di mana-mana. Ambil contoh yang paling sering dilebeli buruk oleh masyarakat, yakni anggota DPR. Apakah 560 anggota DPR yang berkantor di Senayan, Jakarta itu buruk? Tidak juga. Memang tidak banyak, tetapi ada anggota DPR yang masih idealis. Begitu pula dengan IKJ. Tidak semua mahasiswa dan alumni IKJ seperti Afriani yang menggunakan narkoba.
“Meski stigma itu kadung menempel pada para seniman, bukan berarti semua mahasiswa seni, khususnya IKJ, pakai narkoba,” ujar alumnus IKJ yang tidak mau disebutkan namanya, sebagaimana saya kutip dari okezone, Selasa (24/1/2012).
Kasus tabrakan di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Selatan, Minggu siang, yang menewaskan 9 orang itu murni karena kelalaian pribadi, bukan institusi. “Ini kasus pertama yang menimpa IKJ. Sebagai rektor, saya bangga jika alumni IKJ berprestasi. Tetapi kali ini saya sangat resah. Ini contoh buruk bagi alumni IKJ,” ucap Rektor IKJ Wagiono.
Oleh karena itulah, kecamanan saya di akun Twitter, di Facebook, Kompasiana, maupun di blog ini, tidak ditujukan pada institusi IKJ, tetapi pada pribadi Afriani. Sikap dingin yang ditunjukan wanita tambun ini membuat sakit hati masyarakat, apalagi para keluarga korban. Simak pernyataan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Umar Wirahadikusuma ini:http://www.blogger.com/img/blank.gif
“Kondisi Afriani terlihat tenang, bahkan tidak terlihat ada penyesalan di wajahnya. Ia dalam keadaan sehat dan tidak tampak shock,” ujar Umar yang saya kutip dari Republika (24/01/2012)
Kenapa tak ada ekspresi?
“Mungkin dia belum lihat atau masih terpengaruh (narkoba),” kata Kasubdit II Psikotropika Ditnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Eko Saputro, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, yang saya kutip dari detikNews (Selasa (24/1/2012).
Eko membeberkan bukti, Afriyani mengantuk karena pengaruh obat (baca: narkoba), saat menabrak 9 pejalan kaki. Ia baru merasa mengantuk dan bisa tidur pada Senin (23/1) pagi, sementara peristiwa insiden kecelakaan terjadi pada Minggu (22/1) siang.
Membaca berita tersebut, saya geleng-geleng kepala. Ekspresi yang digambarkan di berita tersebut langsung saya asosiasikan pada beberapa film action, dimana biasanya ada tokoh antogonis. Tokoh yang memerankan seorang Pembunuh berdarah dingin, yang membuhuh orang tanpa memperlihatkan ekspresi penyesalan.
Lebih menyakitkan lagi, hukuman yang diberikan pada Afriani cuma 6 tahun. Menurut bekas petinggi Polri Brigadir Jenderal Pol (Purn) Parasian Simanungkalit menilai, tersangka Afriani bisa dijerat hukuman lebih berat dari yang seharusnya. Sangat tidak adil bila polisi hanya menjerat pasal 395 KUHP, tentang kelalaian yang mengakibatkan hilang 9 nyawa orang dan 3 orang sedang kritis, hanya dengan hukuman 6 tahun penjara.
“Itu tidak wajar,” ungkap Brigadir Jenderal Pol. Purnawirawan Parasian Simanungkalit di Dewan Pers, Jakarta Pusat, (25/2/2012).
Ketidakadilan dalam pemberian hukuman bisa terlihat dari tiga kasus ini. Anak kecil yang mencuri sandal dituntut 9 tahun penjara. Lalu nenek miskin yang mengambil buah cokelat yang sudah jatuh dituntut penjara selama 15 tahun. Sementara Afriani hanya dituntut 6 tahun. Hukum kita memang sedang sakit. Rasanya benar, trial by the press memang lebih ampuh daripada trial by the court.
Selama ini kasus yang dilakukan seseorang dan merembet pada institusi bukan ini kali saja. Hal ini lazim terjadi di mana-mana. Ambil contoh yang paling sering dilebeli buruk oleh masyarakat, yakni anggota DPR. Apakah 560 anggota DPR yang berkantor di Senayan, Jakarta itu buruk? Tidak juga. Memang tidak banyak, tetapi ada anggota DPR yang masih idealis. Begitu pula dengan IKJ. Tidak semua mahasiswa dan alumni IKJ seperti Afriani yang menggunakan narkoba.
“Meski stigma itu kadung menempel pada para seniman, bukan berarti semua mahasiswa seni, khususnya IKJ, pakai narkoba,” ujar alumnus IKJ yang tidak mau disebutkan namanya, sebagaimana saya kutip dari okezone, Selasa (24/1/2012).
Kasus tabrakan di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Selatan, Minggu siang, yang menewaskan 9 orang itu murni karena kelalaian pribadi, bukan institusi. “Ini kasus pertama yang menimpa IKJ. Sebagai rektor, saya bangga jika alumni IKJ berprestasi. Tetapi kali ini saya sangat resah. Ini contoh buruk bagi alumni IKJ,” ucap Rektor IKJ Wagiono.
Oleh karena itulah, kecamanan saya di akun Twitter, di Facebook, Kompasiana, maupun di blog ini, tidak ditujukan pada institusi IKJ, tetapi pada pribadi Afriani. Sikap dingin yang ditunjukan wanita tambun ini membuat sakit hati masyarakat, apalagi para keluarga korban. Simak pernyataan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Umar Wirahadikusuma ini:http://www.blogger.com/img/blank.gif
“Kondisi Afriani terlihat tenang, bahkan tidak terlihat ada penyesalan di wajahnya. Ia dalam keadaan sehat dan tidak tampak shock,” ujar Umar yang saya kutip dari Republika (24/01/2012)
Kenapa tak ada ekspresi?
“Mungkin dia belum lihat atau masih terpengaruh (narkoba),” kata Kasubdit II Psikotropika Ditnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Eko Saputro, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, yang saya kutip dari detikNews (Selasa (24/1/2012).
Eko membeberkan bukti, Afriyani mengantuk karena pengaruh obat (baca: narkoba), saat menabrak 9 pejalan kaki. Ia baru merasa mengantuk dan bisa tidur pada Senin (23/1) pagi, sementara peristiwa insiden kecelakaan terjadi pada Minggu (22/1) siang.
Membaca berita tersebut, saya geleng-geleng kepala. Ekspresi yang digambarkan di berita tersebut langsung saya asosiasikan pada beberapa film action, dimana biasanya ada tokoh antogonis. Tokoh yang memerankan seorang Pembunuh berdarah dingin, yang membuhuh orang tanpa memperlihatkan ekspresi penyesalan.
Lebih menyakitkan lagi, hukuman yang diberikan pada Afriani cuma 6 tahun. Menurut bekas petinggi Polri Brigadir Jenderal Pol (Purn) Parasian Simanungkalit menilai, tersangka Afriani bisa dijerat hukuman lebih berat dari yang seharusnya. Sangat tidak adil bila polisi hanya menjerat pasal 395 KUHP, tentang kelalaian yang mengakibatkan hilang 9 nyawa orang dan 3 orang sedang kritis, hanya dengan hukuman 6 tahun penjara.
“Itu tidak wajar,” ungkap Brigadir Jenderal Pol. Purnawirawan Parasian Simanungkalit di Dewan Pers, Jakarta Pusat, (25/2/2012).
Ketidakadilan dalam pemberian hukuman bisa terlihat dari tiga kasus ini. Anak kecil yang mencuri sandal dituntut 9 tahun penjara. Lalu nenek miskin yang mengambil buah cokelat yang sudah jatuh dituntut penjara selama 15 tahun. Sementara Afriani hanya dituntut 6 tahun. Hukum kita memang sedang sakit. Rasanya benar, trial by the press memang lebih ampuh daripada trial by the court.
Monday, December 12, 2011
SUAMI YANG BAIK PASTI MENJEMPUT ISTRINYA SEBELUM DIJEMPUT KPK
Namun itu tak terjadi pada Nunun Nurbaeti. Setelah ditangkap oleh Kepolisian Kerajaan Thailand pada Sabtu (10/12) pukul 09:30 wib, sang suami Adang Daradjatun tidak nampak bersama Nunun. Begitu pula ketika KPK menjemput Nunun di bandara dan membawanya ke Gedung KPK di jalan HR Rasuna Said, Jakarta, mantan Wakil Kepala Polri yang tak juga anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menjemput istri tercinta.
Ada apa gerangan? Hayo coba para suami beri penjelasan mengenai hal tersebut! Apa gara-gara sang istri diduga terlibat kasus suap sehingga suami tidak mem-back up?
Ketika membaca headline tentang Nunun di Kompas, di bawah berita tersebut ada kisah memilukan yang masih ada hubungannya dengan eksistensi seorang suami. Kali ini berita tentang istri Kepala Unit Reskrim yang diperkosa di rumahnya sendiri. Saya mencoba berempati dengan peristiwa kriminal itu. Ironisnya, pada saat diperkosa, ada informasi yang menyebutkan, saat kejadian (pemerkosaan), suami korban berada di dalam rumah. Lho kenapa ada suami, tetapi pemerkosa leluasa memperkosa Ny EK?
…suami korban berada di rumah, tetapi tertidur nyenyak sehingga tidak menyadari perampok masuk rumahnya. Sang suami baru mengetahui peristiwa itu setelah pelaku kabur. (Kompas, 12/12/11)
Ah, ironis sekali…
Ya Allah! Berikan kekuatan kepada kami, terutama saya, untuk menjadi suami yang selalu setia, menjemput istri sebelum dijemput KPK dan selalu waspada terhadap para pemerkosa yang mencoba-coba memperkosa istri saya di rumah sendiri. Amiin!
Ada apa gerangan? Hayo coba para suami beri penjelasan mengenai hal tersebut! Apa gara-gara sang istri diduga terlibat kasus suap sehingga suami tidak mem-back up?
Ketika membaca headline tentang Nunun di Kompas, di bawah berita tersebut ada kisah memilukan yang masih ada hubungannya dengan eksistensi seorang suami. Kali ini berita tentang istri Kepala Unit Reskrim yang diperkosa di rumahnya sendiri. Saya mencoba berempati dengan peristiwa kriminal itu. Ironisnya, pada saat diperkosa, ada informasi yang menyebutkan, saat kejadian (pemerkosaan), suami korban berada di dalam rumah. Lho kenapa ada suami, tetapi pemerkosa leluasa memperkosa Ny EK?
…suami korban berada di rumah, tetapi tertidur nyenyak sehingga tidak menyadari perampok masuk rumahnya. Sang suami baru mengetahui peristiwa itu setelah pelaku kabur. (Kompas, 12/12/11)
Ah, ironis sekali…
Ya Allah! Berikan kekuatan kepada kami, terutama saya, untuk menjadi suami yang selalu setia, menjemput istri sebelum dijemput KPK dan selalu waspada terhadap para pemerkosa yang mencoba-coba memperkosa istri saya di rumah sendiri. Amiin!
FB MARIO TEGUH TEMBUS 5 JUTA FANS: "KEBAIKAN PASTI MENEMUKAN JALAN"
Golden Ways adalah jalan kebaikan. Ketika seseorang berdoa pada Tuhan untuk minta petunjuk agar diberikan jalan kebaikan, orang tersebut menemukan Golden Ways. “Dan saya senang sekali jika akhirnya Tuhan menemukan saya pada orang tersebut,” ujar Mario Teguh.
Mario Teguh dan Golden Ways memang tak bisa terpisahkan. Melalui Golden Ways, Mario menyebarkan konsep kebaikan dengan pendekatan universal, sehingga konsep kebaikan tersebut dapat diterima oleh banyak orang. Tanpa membedakan darimana asalnya, maupun agamanya.
“Banyak sekali komentar di FB yang mengatakan, bahwa mereka seringkali berdoa untuk menemukan kebaikan dan akhirnya mereka menemukan saya di FB,” tambah pria kelahiran Makassar, 5 Maret 55 tahun lalu ini. “Kebaikan pasti menemukan jalan”
Benih-benih kebaikan yang disebarkan Mario berbuah hasil. Tepat di awal bulan November 2011 ini, jumlah fans-nya di Facebook menembus angka 5 juta fans. Ketika saya menulis tulisan ini, jumlah fans-nya sudah mencapai 5,019.500 juta.
Awalnya tak terpikirkan oleh Mario tentang kedahsyatan FB. Pria yang sempat bekerja di Head of Sales Citibank (1983–1986), kemudian mendirikan Bussiness Effectiveness Consultant, Exnal Corp, Chief Executive Officer (CEO) dan Senior Consultan ini mengaku gaptek. “Istri saya yang memaksa saya mencoba menggunakan social media, dalam hal ini FB,” ungkap Mario mengingat.
Akun FB atas nama Mario Teguh pertama kali dipublikasikan pada 1 Januari 2009. Meski sudah dibuat, tidak serta Mario menggunakannya. Padahal sang istri -ibu Linna Teguh-, berkali-kali mengatakan bahwa di masa depan akan menjadi trend yang cukup baik.
Setelah 5 bulan dibiarkan menganggur (baca: tidak reguler meng-update status dan menjawab beberapa fans), akhirnya sekitar bulan Mei 2009, Mario mulai intens. Ia masih ingat, ketika pertama kali dipublikasikan, jumlah fans-nya baru sekitar 300-an orang. Belakangan jumlah orang yang “melamar” jadi fans-nya per hari bisa mencapai 5.000 sampai 6.000 orang. Tepat 2 tahun 11 bulan, dan 5 hari, FB Mario Teguh pun mencapai 5 juta fans.
Selain karena selalu menyebar kebaikan, sehingga orang tertarik menjadi fans-nya, Mario juga memperlakukan FB seolah sebagai sebuah organisasi atau ia menyebutnya seperti bank. “Saya menerapkan sistem service exellence, dimana dalam menjalankan FB kami punya admin-nya dan saya adalah chief service officer-nya,” kata lulusan Sophia University, Tokyo, Jepang jurusan International Business dan Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA) ini.
Dengan pola layanan yang super, FB Mario Teguh mendapat sambutan luar biasa. FB bukan lagi sebagai social media yang sekadar update status yang tidak penting, tetapi justru menjadi ajang penyebar kebaikan. Dan Mario melihat perkembangan itu melalui komentar-komentar atas update status, baik kata-kata bijak maupun kalimat positif tentang kebaikan, dimana semua dilakukan dengan konsep kebaikan universal.
“Saya juga terbantu dengan program Golden Ways di Metro TV,” aku Mario. “Sebab dengan sistem yang terintegrasi atau multimedia, misi akan tercapai. Dan kami melakukan itu baik lewat FB, televisi, internet, dan belakangan kami sedang membuat sistem dengan menggunakan telepon selular”.
Tentu sebuah kebanggaan bagi Mario, bahwa ada 5 juta fans yang bergabung di FB. Seperti tulisan saya sebelumnya, bahwa ke-5 juta fans tersebut tidak sekadar menjadikan teman Mario Teguh, tetapi mereka setiap hari aktif mengomentari status di FB yang dibuat Mario. Menurut ibu Linna, jika dihitung total interaksi fans Mario Teguh tiap kali ada posting-an baru di FB mencapai 20 ribu sampai 30 ribu fans. Luar biasa bukan? Tak heran jika situs All Facebook sempat menulis artikel dengan judul “Mario Teguh Has Facebook’s Most Engaging Page”, karena paling interaktif . Per Juli 2011, interaksi per bulan fans Mario Teguh mencapai 1.066.399 orang. FB-nya mengalahkan interaksi fans Lady Gaga di FB yang cuma 817.657, padahal jumlah fans-nya 39.336.157 orang. Juga mengalahkan Justin Bieber yang punya fans di FB sebanyak 31.993.916 orang, tetapi interaksi per bulannya cuma 831.125 orang.
Oleh karena jumlah fans FB dan interaksi-nya cukup besar, Mario Teguh dan tim IT-nya tengah mempersiapkan alternatif social media. Luar biasanya, social media ini produksi tim Mario Teguh sendiri. “Ya bisa dikatakan FB versi Mario Teguh,” ujar pemilik acara Mario Teguh Golden Ways (MTGW) di Metro TV yang tayang setiap Minggu ini. “Namun social media buatan kami ini masih tetap berintegrasi dengan FB.”
Tujuan dibuatnya social media ala Mario Teguh ini lebih menjaga keamanan dari ke-5 juta fans di FB tersebut. “Banyak teman di FB yang mengatakan pada saya, agar perlu mengantisipasi jika FB terjadi crash. Nah, agar tidak menimbulkan risiko yang tidak kita inginkan, maka kami sedang menggarap social media yang mirip dan menduplikasi apa yang sudah dijalankan oleh FB. Bedanya, kalo FB dijalankan dengan menggunakan sistem yang dibuat oleh Mark Zuckerberg, sedang social media yang kami buat sistemnya dijalankan oleh tim Mario Teguh,” papar pria yang pada tahun 2010 sempat meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai motivator dengan halaman penggemar FB terbesar di dunia ini.
Mario Teguh dan Golden Ways memang tak bisa terpisahkan. Melalui Golden Ways, Mario menyebarkan konsep kebaikan dengan pendekatan universal, sehingga konsep kebaikan tersebut dapat diterima oleh banyak orang. Tanpa membedakan darimana asalnya, maupun agamanya.
“Banyak sekali komentar di FB yang mengatakan, bahwa mereka seringkali berdoa untuk menemukan kebaikan dan akhirnya mereka menemukan saya di FB,” tambah pria kelahiran Makassar, 5 Maret 55 tahun lalu ini. “Kebaikan pasti menemukan jalan”
Benih-benih kebaikan yang disebarkan Mario berbuah hasil. Tepat di awal bulan November 2011 ini, jumlah fans-nya di Facebook menembus angka 5 juta fans. Ketika saya menulis tulisan ini, jumlah fans-nya sudah mencapai 5,019.500 juta.
Awalnya tak terpikirkan oleh Mario tentang kedahsyatan FB. Pria yang sempat bekerja di Head of Sales Citibank (1983–1986), kemudian mendirikan Bussiness Effectiveness Consultant, Exnal Corp, Chief Executive Officer (CEO) dan Senior Consultan ini mengaku gaptek. “Istri saya yang memaksa saya mencoba menggunakan social media, dalam hal ini FB,” ungkap Mario mengingat.
Akun FB atas nama Mario Teguh pertama kali dipublikasikan pada 1 Januari 2009. Meski sudah dibuat, tidak serta Mario menggunakannya. Padahal sang istri -ibu Linna Teguh-, berkali-kali mengatakan bahwa di masa depan akan menjadi trend yang cukup baik.
Setelah 5 bulan dibiarkan menganggur (baca: tidak reguler meng-update status dan menjawab beberapa fans), akhirnya sekitar bulan Mei 2009, Mario mulai intens. Ia masih ingat, ketika pertama kali dipublikasikan, jumlah fans-nya baru sekitar 300-an orang. Belakangan jumlah orang yang “melamar” jadi fans-nya per hari bisa mencapai 5.000 sampai 6.000 orang. Tepat 2 tahun 11 bulan, dan 5 hari, FB Mario Teguh pun mencapai 5 juta fans.
Selain karena selalu menyebar kebaikan, sehingga orang tertarik menjadi fans-nya, Mario juga memperlakukan FB seolah sebagai sebuah organisasi atau ia menyebutnya seperti bank. “Saya menerapkan sistem service exellence, dimana dalam menjalankan FB kami punya admin-nya dan saya adalah chief service officer-nya,” kata lulusan Sophia University, Tokyo, Jepang jurusan International Business dan Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA) ini.
Dengan pola layanan yang super, FB Mario Teguh mendapat sambutan luar biasa. FB bukan lagi sebagai social media yang sekadar update status yang tidak penting, tetapi justru menjadi ajang penyebar kebaikan. Dan Mario melihat perkembangan itu melalui komentar-komentar atas update status, baik kata-kata bijak maupun kalimat positif tentang kebaikan, dimana semua dilakukan dengan konsep kebaikan universal.
“Saya juga terbantu dengan program Golden Ways di Metro TV,” aku Mario. “Sebab dengan sistem yang terintegrasi atau multimedia, misi akan tercapai. Dan kami melakukan itu baik lewat FB, televisi, internet, dan belakangan kami sedang membuat sistem dengan menggunakan telepon selular”.
Tentu sebuah kebanggaan bagi Mario, bahwa ada 5 juta fans yang bergabung di FB. Seperti tulisan saya sebelumnya, bahwa ke-5 juta fans tersebut tidak sekadar menjadikan teman Mario Teguh, tetapi mereka setiap hari aktif mengomentari status di FB yang dibuat Mario. Menurut ibu Linna, jika dihitung total interaksi fans Mario Teguh tiap kali ada posting-an baru di FB mencapai 20 ribu sampai 30 ribu fans. Luar biasa bukan? Tak heran jika situs All Facebook sempat menulis artikel dengan judul “Mario Teguh Has Facebook’s Most Engaging Page”, karena paling interaktif . Per Juli 2011, interaksi per bulan fans Mario Teguh mencapai 1.066.399 orang. FB-nya mengalahkan interaksi fans Lady Gaga di FB yang cuma 817.657, padahal jumlah fans-nya 39.336.157 orang. Juga mengalahkan Justin Bieber yang punya fans di FB sebanyak 31.993.916 orang, tetapi interaksi per bulannya cuma 831.125 orang.
Oleh karena jumlah fans FB dan interaksi-nya cukup besar, Mario Teguh dan tim IT-nya tengah mempersiapkan alternatif social media. Luar biasanya, social media ini produksi tim Mario Teguh sendiri. “Ya bisa dikatakan FB versi Mario Teguh,” ujar pemilik acara Mario Teguh Golden Ways (MTGW) di Metro TV yang tayang setiap Minggu ini. “Namun social media buatan kami ini masih tetap berintegrasi dengan FB.”
Tujuan dibuatnya social media ala Mario Teguh ini lebih menjaga keamanan dari ke-5 juta fans di FB tersebut. “Banyak teman di FB yang mengatakan pada saya, agar perlu mengantisipasi jika FB terjadi crash. Nah, agar tidak menimbulkan risiko yang tidak kita inginkan, maka kami sedang menggarap social media yang mirip dan menduplikasi apa yang sudah dijalankan oleh FB. Bedanya, kalo FB dijalankan dengan menggunakan sistem yang dibuat oleh Mark Zuckerberg, sedang social media yang kami buat sistemnya dijalankan oleh tim Mario Teguh,” papar pria yang pada tahun 2010 sempat meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai motivator dengan halaman penggemar FB terbesar di dunia ini.
CHARITTY SETTINGAN: "TV MERAH ITU TERPELESET LAGI
“Acara charity yang tadi itu acara settingan buat acaranya tvOne, nanti yang buat Nando, mbak bikin Broadcast Message aja, nanti kubantu cariin donator”
Kalimat itu keluar dari mulut Fifie Buntaran (model dan bintang sinetron) pada Valencia Mieke Randa beberapa saat setelah acara Charity Fashion Show (19/11). Wajah Valencia kaget. Wanita yang akrab disapa Silly ini tak menyangka jika malam amal untuk menghimpun dana untuk Nando di Hotel Sheraton, Gunung Sahari, Jakarta Pusat itu charity setting-an alias bohong-bohongan.
Di charity tersebut, tvOne diundang Fifie untuk meliput aktivitas Fifie yang akan diangkat di program acara Socialite. Silly kemudian mohon ke pihak tvOne dan Fifie untuk tidak menampilkan gambarnya dan foto Nando di program Socialite. “Saya tetep kontak kedua belah pihak, baik Fifie maupun tvOne. Saya bilang, mbak tolong saya gak ikut campur soal settingan. Tolong semua gambar saya dan foto Nando tidak ditampilkan,” pinta Silly.
Sehari sebelum program Socialite ditayangkan, Silly mendapat konfirmasi dari tvOne, bahwa rekaman acara charity settingan itu di-cut. Namun ternyata ketika Socialite ditayangkan, Silly melihat ada insert foto Nando yang dibawa oleh seseorang dan gambar dirinya sedang membawa tulisan tentang Nando. Memang menurut Silly, dalam tayangan tersebut tidak dijelaskan acara amal tersebut untuk Nando (anak penyandang gagal ginjal) dan Silly pun tidak sedang tampak memberi sambutan. Namun munculnya gambar tersebut tetap membuat Silly marah dan protes di blog dan twitter.

Fifie Buntaran dan Melinda Dee.
“Mereka pintar, mereka bermain di grey area dan tidak mau rugi dengan tetap menayangkan acara tersebut,” ucapnya.
Dalam pembelaannya, Fifie mengatakan, Silly telat datang di acara amal, sehingga uang hasil amal diserahkan kepada pihak lain yang juga membutuhkan. Fifie menyesalkan, kenapa Silly tidak datang tepat waktu saat acara amal berlangsung. Padahal Silly diundang untuk briefing acara pukul 10.00 WIB, selanjutnya acara berlangsung pukul 14.00-18.00 WIB. Sementara Silly datang hampir pukul 18.00 WIB, dan acaranya sudah mau selesai, sudah penutupan.
Kebetulan saya kenal banyak teman di tvOne. Penasaran ingin tahu duduk persoalan sesungguhnya, saya pun berusaha mencari tahu, apalagi saya kenal dengan Produser program Socialite tersebut. Sayang, saya tidak bisa berhubungan langsung ke Produser, begitu pula dengan Reporter yang malam itu meliput Charity Fashion Show yang dibuat Fifie, yakni sdri. Rey (Production Assistance).
Beberapa teman saya di tvOne bersikeras mengatakan, bahwa yang menjadi “problem” adalah Fifie. Wanita yang sebelumnya dikabarkan sempat mengundang wartawan infotainment meliput dia berjumpa dengan sahabatnya Melinda Dee di rumah tahanan ini tidak menginformasikan tentang charity settingan ini pada tvOne. Namun bodoh-nya, tvOne tidak meng-cross check lagi tentang event tersebut.
“Si Rey itu tahu kok charity itu settingan,” ujar teman saya via Blackberry Massage (BBM). “Ia juga menjamin kalo gambarnya Silly akan di-cut.”
Jika melihat kronologis di atas, tvOne jelas tetap salah. Meski yang membuat charity setting bukan tvOne alias kru tvOne cuma meliput, namun tvOne melanggar janji yang sudah diutarakan ke Silly. Melalui PA-nya, tvOne sudah berjanji tidak menayangkan hasil liputan tersebut, tetapi ternyata tetap saja tayang. Andai saja janji tersebut dijalankan, barangkali kasus ini tidak akan happening di dunia social media. Terlebih lagi Silly punya banyak followers di twitter, terkahir 14.452 followers.
Dalam tweet-nya, Silly menulis: “Teman-teman, tolong jangan salahkan mbak Rey. Dalam hal ini dia sudah berusaha keras bicara pada Produser-nya sampai berbusa katanya, supaya gambar saya diangkat. Tapi keputusan tetap pada Produser-nya. Dia bilang ke mbak Rey, ‘Kalo ada yang keberatan, suruh layangkan surat ke tvOne, which is buat saya buang-buang waktu“
Bagi saya, tvOne kembali “terpeleset”. Sudah beberapa kali “TV merah” (sebutan untuk tvOne, karena memiliki logo dan seragam warna merah) “terpeleset”. Barangkali Anda belum lupa kasus Indy Rahmawaty. Presenter di tvOne itu dituduh Mabes Polri menayangkan makelar kasus (markus) palsu bernama Andris Ronaldi. Mabes Polri kemudian mengadukan Indy ke Dewan Pers atas dugaan merekayasa pemberitaan markus. Markus yang diwawancarai Indi di acara Apa Kabar Indonesia (tvOne) ternyata seorang tenaga lepas di media hiburan.
Saat saya menulis tulisan ini, teman saya dari tvOne mengabarkan pihak tvOne sedang berusaha menyatukan Fifie dangan Silly. TV merah ini nampaknya ingin “mendamaikan” kedua wanita ini. Maklumlah, di social media -khususnya di twitter-, kasus ini sedang heboh-hebohnya.
Silahkan simak timeline berikut ini yang di-posting @justsilly yang ditujukan ke @Indiartopriadi, salah seorang Manager di tvOne.
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Tidak ada sumbangan sepeserpun untuk nando.. If you were me… how would you feel…
49 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Udah saya warning berkali2, krn sy cuma ingin gambar sy tdk tampil, gak pgn diliat org hadir di acara charity, pdhl….
54 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Klo mas bisa berempati, pasti mas bs ngerasain apa yg saya rasain. Sy sudah minta agar tidak sedikitpun gambar sy disana..
55 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Setelah acara seleai, tv bubar, sudah direkam, dan mas dikasih tau klo itu acara settingan buat TV… perasaan mas gimana?
56 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Dan anda menyaksikan ada org nge-bid baju smp 100juta demi org yg mau anda tolong, perasaan mas gimana? senang? sama…
57 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Klo mas ada disana, terlepas dari mas sebagai org TVOne, mas memposisikan diri sbg saya, org yg tulus mau nolong orglain
58 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Mau jarak jauh, mau jarak dekat, mau cuma 1 detik sekalipun, sy tetap ada disitu, dan sy keberatan krn itu acara rekayasa..
59 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Klopun mau ditayangkan, sy sdh minta dari awal supaya Gambar sy tidak ada satupun yg tampil disitu..
1 hour ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Terlihat tampail diacara tsb. Dan Pihak TVOne tau (lihat BBM Rey) klo ini acara penipuan, jadi harusnya gak usah ditayangkan
1 hour ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Tidak pernah bilang itu murni settingan TVOne. Yang jelas Charity lelang baju itu MURNI rekayasa, dan sy sangat keberatan
1 hour ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi As far as I know, bahwa cara Sosialite itu acaranya TVOnbe: YES, tp bhw itu settingan TVOne atau bukan, sy tdk tau dan…
1 hour ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @hansdavidian @karniilyas Itu yg bikin sy sangat kecewa pada TVOne. Sdh tau ini acara settingan (liat BBM Rey), tp masih ditayangkan
1 hour ago Favorite Retweet Reply
foto: dok. detikNews
Kalimat itu keluar dari mulut Fifie Buntaran (model dan bintang sinetron) pada Valencia Mieke Randa beberapa saat setelah acara Charity Fashion Show (19/11). Wajah Valencia kaget. Wanita yang akrab disapa Silly ini tak menyangka jika malam amal untuk menghimpun dana untuk Nando di Hotel Sheraton, Gunung Sahari, Jakarta Pusat itu charity setting-an alias bohong-bohongan.
Di charity tersebut, tvOne diundang Fifie untuk meliput aktivitas Fifie yang akan diangkat di program acara Socialite. Silly kemudian mohon ke pihak tvOne dan Fifie untuk tidak menampilkan gambarnya dan foto Nando di program Socialite. “Saya tetep kontak kedua belah pihak, baik Fifie maupun tvOne. Saya bilang, mbak tolong saya gak ikut campur soal settingan. Tolong semua gambar saya dan foto Nando tidak ditampilkan,” pinta Silly.
Sehari sebelum program Socialite ditayangkan, Silly mendapat konfirmasi dari tvOne, bahwa rekaman acara charity settingan itu di-cut. Namun ternyata ketika Socialite ditayangkan, Silly melihat ada insert foto Nando yang dibawa oleh seseorang dan gambar dirinya sedang membawa tulisan tentang Nando. Memang menurut Silly, dalam tayangan tersebut tidak dijelaskan acara amal tersebut untuk Nando (anak penyandang gagal ginjal) dan Silly pun tidak sedang tampak memberi sambutan. Namun munculnya gambar tersebut tetap membuat Silly marah dan protes di blog dan twitter.

Fifie Buntaran dan Melinda Dee.
“Mereka pintar, mereka bermain di grey area dan tidak mau rugi dengan tetap menayangkan acara tersebut,” ucapnya.
Dalam pembelaannya, Fifie mengatakan, Silly telat datang di acara amal, sehingga uang hasil amal diserahkan kepada pihak lain yang juga membutuhkan. Fifie menyesalkan, kenapa Silly tidak datang tepat waktu saat acara amal berlangsung. Padahal Silly diundang untuk briefing acara pukul 10.00 WIB, selanjutnya acara berlangsung pukul 14.00-18.00 WIB. Sementara Silly datang hampir pukul 18.00 WIB, dan acaranya sudah mau selesai, sudah penutupan.
Kebetulan saya kenal banyak teman di tvOne. Penasaran ingin tahu duduk persoalan sesungguhnya, saya pun berusaha mencari tahu, apalagi saya kenal dengan Produser program Socialite tersebut. Sayang, saya tidak bisa berhubungan langsung ke Produser, begitu pula dengan Reporter yang malam itu meliput Charity Fashion Show yang dibuat Fifie, yakni sdri. Rey (Production Assistance).
Beberapa teman saya di tvOne bersikeras mengatakan, bahwa yang menjadi “problem” adalah Fifie. Wanita yang sebelumnya dikabarkan sempat mengundang wartawan infotainment meliput dia berjumpa dengan sahabatnya Melinda Dee di rumah tahanan ini tidak menginformasikan tentang charity settingan ini pada tvOne. Namun bodoh-nya, tvOne tidak meng-cross check lagi tentang event tersebut.
“Si Rey itu tahu kok charity itu settingan,” ujar teman saya via Blackberry Massage (BBM). “Ia juga menjamin kalo gambarnya Silly akan di-cut.”
Jika melihat kronologis di atas, tvOne jelas tetap salah. Meski yang membuat charity setting bukan tvOne alias kru tvOne cuma meliput, namun tvOne melanggar janji yang sudah diutarakan ke Silly. Melalui PA-nya, tvOne sudah berjanji tidak menayangkan hasil liputan tersebut, tetapi ternyata tetap saja tayang. Andai saja janji tersebut dijalankan, barangkali kasus ini tidak akan happening di dunia social media. Terlebih lagi Silly punya banyak followers di twitter, terkahir 14.452 followers.
Dalam tweet-nya, Silly menulis: “Teman-teman, tolong jangan salahkan mbak Rey. Dalam hal ini dia sudah berusaha keras bicara pada Produser-nya sampai berbusa katanya, supaya gambar saya diangkat. Tapi keputusan tetap pada Produser-nya. Dia bilang ke mbak Rey, ‘Kalo ada yang keberatan, suruh layangkan surat ke tvOne, which is buat saya buang-buang waktu“
Bagi saya, tvOne kembali “terpeleset”. Sudah beberapa kali “TV merah” (sebutan untuk tvOne, karena memiliki logo dan seragam warna merah) “terpeleset”. Barangkali Anda belum lupa kasus Indy Rahmawaty. Presenter di tvOne itu dituduh Mabes Polri menayangkan makelar kasus (markus) palsu bernama Andris Ronaldi. Mabes Polri kemudian mengadukan Indy ke Dewan Pers atas dugaan merekayasa pemberitaan markus. Markus yang diwawancarai Indi di acara Apa Kabar Indonesia (tvOne) ternyata seorang tenaga lepas di media hiburan.
Saat saya menulis tulisan ini, teman saya dari tvOne mengabarkan pihak tvOne sedang berusaha menyatukan Fifie dangan Silly. TV merah ini nampaknya ingin “mendamaikan” kedua wanita ini. Maklumlah, di social media -khususnya di twitter-, kasus ini sedang heboh-hebohnya.
Silahkan simak timeline berikut ini yang di-posting @justsilly yang ditujukan ke @Indiartopriadi, salah seorang Manager di tvOne.
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Tidak ada sumbangan sepeserpun untuk nando.. If you were me… how would you feel…
49 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Udah saya warning berkali2, krn sy cuma ingin gambar sy tdk tampil, gak pgn diliat org hadir di acara charity, pdhl….
54 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Klo mas bisa berempati, pasti mas bs ngerasain apa yg saya rasain. Sy sudah minta agar tidak sedikitpun gambar sy disana..
55 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Setelah acara seleai, tv bubar, sudah direkam, dan mas dikasih tau klo itu acara settingan buat TV… perasaan mas gimana?
56 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Dan anda menyaksikan ada org nge-bid baju smp 100juta demi org yg mau anda tolong, perasaan mas gimana? senang? sama…
57 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Klo mas ada disana, terlepas dari mas sebagai org TVOne, mas memposisikan diri sbg saya, org yg tulus mau nolong orglain
58 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Mau jarak jauh, mau jarak dekat, mau cuma 1 detik sekalipun, sy tetap ada disitu, dan sy keberatan krn itu acara rekayasa..
59 minutes ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Klopun mau ditayangkan, sy sdh minta dari awal supaya Gambar sy tidak ada satupun yg tampil disitu..
1 hour ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Terlihat tampail diacara tsb. Dan Pihak TVOne tau (lihat BBM Rey) klo ini acara penipuan, jadi harusnya gak usah ditayangkan
1 hour ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi Tidak pernah bilang itu murni settingan TVOne. Yang jelas Charity lelang baju itu MURNI rekayasa, dan sy sangat keberatan
1 hour ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @Indiartopriadi As far as I know, bahwa cara Sosialite itu acaranya TVOnbe: YES, tp bhw itu settingan TVOne atau bukan, sy tdk tau dan…
1 hour ago
@justsilly Valencia M R (Silly) @hansdavidian @karniilyas Itu yg bikin sy sangat kecewa pada TVOne. Sdh tau ini acara settingan (liat BBM Rey), tp masih ditayangkan
1 hour ago Favorite Retweet Reply
foto: dok. detikNews
Saturday, November 5, 2011
IDA ARIMURTI: APA YANG KITA CONTOHKAN AKAN MENJADI KEBIASAAN
Kalimat itu diucapkan seorang Ida Arimurti siang ini. Dengan suara lembut dari balik telepon, saya mendengar kisah bagaimana wanita ini mendidik anaknya. Jika orangtua mencontohkan kebiasaan buruk, maka anak akan melihat dan membiasakan diri mengikuti kebiasaan buruk si orangtua. Sebaliknya jika kita punya kebiasaan positif, kelak si anak akan memiliki kebiasaan positif pula.
Setiap pagi, sebelum anak berangkat sekolah, Ida Arimurti punya kebiasaan mengajak anak berdoa bersama. “Kami membaca Al-Fatihah,” ujar Ida. “Yang memimpin berdoa bergantian, bisa saya atau anak saya”.

Saya diapit oleh Denny Chandra dan Ida Arimurti saat shooting "Zona Memori" di Metro TV
Tambah Ida, setelah membaca Al-Fatihah saya menanyakan pada anak harapan apa yang akan ia raih pagi ini. Harapan di sini tidak harus harapan besar, tetapi bisa juga harapan kecil. Mendapatkan teman baru, mungkin atau meraih angka yang bagus saat ulangan.
“Setelah berdoa dan menayakan harapan, saya pasti akan memeluk anak saya dan mengucap: I LOVE YOU,” kata penyiar radio yang sempat menjadi host program Metro TV: Zona Memori ini.
Bertahun-tahun kebiasaan positif itu dilakukan Ida pada anaknya. Walhasil, aura positif pun tumbuh dan menjadi kebiasaan sang anak. Pelukan dan kata-kata I LOVE YOU sudah menjadi bagian dari keseharian ibu dan anak.
“Setiap pagi saya selalu melihat anak saya mengucapkan kata I LOVE YOU dari balik mobil tanpa harus berucap,” aku wanita kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 17 Desember 1966 ini. “Dari bibirnya saya tahu, ia mencintai saya dengan tulus. Dan itu ia ucapkan sampai mobil tidak terlihat lagi oleh saya, menghilang di kejauhan”.
Selama beberapa menit kami bercakap-cakap via telepon seluler, saya belajar dari Ida Arimurti. Bahwa kebiasaan positif akan menghasilkan aura positif. Kebiasaan positif yang dilakukan setiap hari akan menyebarkan aura positif pada anak dan dengan sendirinya akan jadi kebiasan positif. Nah, sekarang tinggal Anda pilih, mau memberikan contoh buruk atau baik?
Setiap pagi, sebelum anak berangkat sekolah, Ida Arimurti punya kebiasaan mengajak anak berdoa bersama. “Kami membaca Al-Fatihah,” ujar Ida. “Yang memimpin berdoa bergantian, bisa saya atau anak saya”.

Saya diapit oleh Denny Chandra dan Ida Arimurti saat shooting "Zona Memori" di Metro TV
Tambah Ida, setelah membaca Al-Fatihah saya menanyakan pada anak harapan apa yang akan ia raih pagi ini. Harapan di sini tidak harus harapan besar, tetapi bisa juga harapan kecil. Mendapatkan teman baru, mungkin atau meraih angka yang bagus saat ulangan.
“Setelah berdoa dan menayakan harapan, saya pasti akan memeluk anak saya dan mengucap: I LOVE YOU,” kata penyiar radio yang sempat menjadi host program Metro TV: Zona Memori ini.
Bertahun-tahun kebiasaan positif itu dilakukan Ida pada anaknya. Walhasil, aura positif pun tumbuh dan menjadi kebiasaan sang anak. Pelukan dan kata-kata I LOVE YOU sudah menjadi bagian dari keseharian ibu dan anak.
“Setiap pagi saya selalu melihat anak saya mengucapkan kata I LOVE YOU dari balik mobil tanpa harus berucap,” aku wanita kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 17 Desember 1966 ini. “Dari bibirnya saya tahu, ia mencintai saya dengan tulus. Dan itu ia ucapkan sampai mobil tidak terlihat lagi oleh saya, menghilang di kejauhan”.
Selama beberapa menit kami bercakap-cakap via telepon seluler, saya belajar dari Ida Arimurti. Bahwa kebiasaan positif akan menghasilkan aura positif. Kebiasaan positif yang dilakukan setiap hari akan menyebarkan aura positif pada anak dan dengan sendirinya akan jadi kebiasan positif. Nah, sekarang tinggal Anda pilih, mau memberikan contoh buruk atau baik?
PEMUDA YANG NGGAK TAHU SUMPAH PEMUDA
Cobalah tanyakan pada anak-anak Anda, apakah mereka hafal isi Sumpah Pemuda 1928 ? Kalo hafal, anak Anda luar biasa. Meski belum tentu tahu detail peristiwa Sumpah Pemuda, hafal tiga rumusan hasil Kongres Pemuda 28 Oktober 1928, yakni (1) Bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia; (2) Berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; dan (3) Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia, merupakan hal yang luar biasa.
Saya mengatakan luar biasa, karena bertepatan dengan 28 Oktober 2011 kemarin, saya melihat di Metro TV, anak-anak muda banyak yang tidak hafal rumusan tersebut. Menyebalkannya, mereka yang tak hafal cengegesan seolah Sumpah Pemuda adalah peristiwa tak penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Padahal kalo anak-anak muda ini tahu, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan bukti otentik kelahiran Bangsa Indonesia. Tambah Wikipedia, proses kelahiran Bangsa Indonesia tersebut merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis. Kondisi ketertindasan itulah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli untuk mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian, yaitu pada 17 Agustus 1945.

Saya di dalam museum Sumpah Pemuda. Salah satu museum yang menurut saya miris sekali, karena kotor, berdebu, dan seperti tidak terawat. Maklum, biaya pengelolaannya kecil plus yang berkunjung ke museum ini sedikit, meski tiketnya murah meriah.
Nah, bayangkan anak-anak muda sekarang yang tidak hafal rumusan Sumpah Pemuda yang ditulis Moehammad Yamin itu cengegesan. Saya sedih sekali melihat kondisi tersebut. Yang menyedihkan kalo anak-anak muda sekarang lebih hafal lokasi-lokasi tempat nongkrong favorit ketimbang letak museum Sumpah Pemuda; atau hafal konser band-band luar negeri ketimbang tahu organisasi-organisasi yang ikut dalam Kongres Pemuda 1928; atau mungkin lebih tahu film-film yang dibintangi oleh Selena Gomez, Demi Lovato, dan Cory Monteith. Dan semakin menyedihkan kalo anak-anak muda ini lebih tahu detail biodata Justin Bieber ketimbang nama-nama tokoh penting di Sumpah Pemuda.
Ibu-ibu/ Bapak-Bapak coba tes anak Anda sekali lagi, apakah hafal isi Sumpah Pemuda? Kalo belum hafal, sudah saatnya Anda menjelaskan hakekat Sumpah Pemuda pada anak Anda. Atau sepertinya zaman sekarang pemuda-pemuda Indonesia memang harus disumpahin agar mengerti betapa pentingnya peristiwa Sumpah Pemuda 1928.
Saya mengatakan luar biasa, karena bertepatan dengan 28 Oktober 2011 kemarin, saya melihat di Metro TV, anak-anak muda banyak yang tidak hafal rumusan tersebut. Menyebalkannya, mereka yang tak hafal cengegesan seolah Sumpah Pemuda adalah peristiwa tak penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Padahal kalo anak-anak muda ini tahu, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 merupakan bukti otentik kelahiran Bangsa Indonesia. Tambah Wikipedia, proses kelahiran Bangsa Indonesia tersebut merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis. Kondisi ketertindasan itulah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli untuk mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian, yaitu pada 17 Agustus 1945.
Saya di dalam museum Sumpah Pemuda. Salah satu museum yang menurut saya miris sekali, karena kotor, berdebu, dan seperti tidak terawat. Maklum, biaya pengelolaannya kecil plus yang berkunjung ke museum ini sedikit, meski tiketnya murah meriah.
Nah, bayangkan anak-anak muda sekarang yang tidak hafal rumusan Sumpah Pemuda yang ditulis Moehammad Yamin itu cengegesan. Saya sedih sekali melihat kondisi tersebut. Yang menyedihkan kalo anak-anak muda sekarang lebih hafal lokasi-lokasi tempat nongkrong favorit ketimbang letak museum Sumpah Pemuda; atau hafal konser band-band luar negeri ketimbang tahu organisasi-organisasi yang ikut dalam Kongres Pemuda 1928; atau mungkin lebih tahu film-film yang dibintangi oleh Selena Gomez, Demi Lovato, dan Cory Monteith. Dan semakin menyedihkan kalo anak-anak muda ini lebih tahu detail biodata Justin Bieber ketimbang nama-nama tokoh penting di Sumpah Pemuda.
Ibu-ibu/ Bapak-Bapak coba tes anak Anda sekali lagi, apakah hafal isi Sumpah Pemuda? Kalo belum hafal, sudah saatnya Anda menjelaskan hakekat Sumpah Pemuda pada anak Anda. Atau sepertinya zaman sekarang pemuda-pemuda Indonesia memang harus disumpahin agar mengerti betapa pentingnya peristiwa Sumpah Pemuda 1928.
Wednesday, August 3, 2011
MENEMUKAN "KEMEGAHAN" DI TOILET PORTABLE
Moga-moga Anda sependapat dengan saya. Toilet mencerminkan pribadi si pemilik rumah. Saat kita bertamu ke rumah seseorang dan melihat toilet itu kotor dan bau, biasanya si pemilik malas merawat toilet miliknya. Padahal toilet yang bersih tidak harus baru dengan perangkat yang mahal pula.
Begitu pula ketika buang air kecil dan besar di toilet umum, kita melihat ada sisa-sisa kotoran di toilet tersebut, itu mencerminkan si pengguna toilet. Namun belakangan, sejak sejumlah toilet harus bayar biaya kebersihan, kebanyakan toilet-toilet tersebut dijaga kebersihannya. Meski tak wajib bayar, rata-rata toilet yang ada di POM bensin juga relatif bersih.
Pernahkah Anda buang air di toilet portable? Toilet portable adalah toilet yang penggunaannya dilakukan temporary dan fleksible di tempat umum sebagai pengganti toilet permanen. Biasanya toilet ini digunakan saat ada event-event outdoor yang kebetulan di venue tersebut tidak ada toilet permanennya.

Sebenarnya toilet portable juga ada di beberapa venue yang dibuat portable. Jika sempat mampir ke Terminal Blok M, di situ ada toilet portable yang penggunaannya dibuat permanen.
Setiap kali saya mempergunakan toilet portable di sebuah event, kondisinya memprihatinkan. Meski ada yang menjaga toilet, tetapi perawatannya tidak terlalu bersih. Nah, minggu lalu, saya berkesempatan hadir di sebuah event, dimana di event itu panitia menyewa toilet portable.
Terserah Anda bilang saya norak, tetapi saya baru pertama kali bertemu dengan toilet portable bersih dengan “kemegahan” sebagaimana toilet di rumah. Barangkali saya tidak berlebihan, toilet portable yang saya masuki ini lebih “megah” daripada toilet di pesawat udara maupun kereta api.
Selain item-item standar seperti selang air, kaca, toilet ini dilengkapi aneka sarana lain, yakni sabun tangan cair, wastafel untuk cuci tangan dan muka, sabun cuci muka, dan kipas angin. Untuk tisu, di toilet portable ini disediakan di sisi kiri dan kanan. Yang menarik, setelah kita buang air kecil atau besar, metode flush-nya cukup menginjakkan tombol di lantai.
“Seandainya nggak ada yang antre, saya bisa berjam-jam nongkrong di toilet ini,” ungkap saya dalam hati. Maklum, toilet bagi saya adalah ruang inspiratif yang produktif. Selain bisa membaca, sambil nongkrong di toilet, saya bisa mendapat sejuta inspirasi.
Selain bersih dan wangi, ukuran toilet ini cukup besar. Ukurannya dua kali toilet portbale yang biasa kita pernah mampir. Tak heran, jika masuk ke toilet ini, Anda ingin berlama-lama di dalam. Setelah buang air kecil atau besar, kita cuci tangan, dan wajah, sambil merapikan rambut di depan cermin yang disediakan cukup banyak di toilet itu.
Begitu pula ketika buang air kecil dan besar di toilet umum, kita melihat ada sisa-sisa kotoran di toilet tersebut, itu mencerminkan si pengguna toilet. Namun belakangan, sejak sejumlah toilet harus bayar biaya kebersihan, kebanyakan toilet-toilet tersebut dijaga kebersihannya. Meski tak wajib bayar, rata-rata toilet yang ada di POM bensin juga relatif bersih.
Pernahkah Anda buang air di toilet portable? Toilet portable adalah toilet yang penggunaannya dilakukan temporary dan fleksible di tempat umum sebagai pengganti toilet permanen. Biasanya toilet ini digunakan saat ada event-event outdoor yang kebetulan di venue tersebut tidak ada toilet permanennya.

Sebenarnya toilet portable juga ada di beberapa venue yang dibuat portable. Jika sempat mampir ke Terminal Blok M, di situ ada toilet portable yang penggunaannya dibuat permanen.
Setiap kali saya mempergunakan toilet portable di sebuah event, kondisinya memprihatinkan. Meski ada yang menjaga toilet, tetapi perawatannya tidak terlalu bersih. Nah, minggu lalu, saya berkesempatan hadir di sebuah event, dimana di event itu panitia menyewa toilet portable.
Terserah Anda bilang saya norak, tetapi saya baru pertama kali bertemu dengan toilet portable bersih dengan “kemegahan” sebagaimana toilet di rumah. Barangkali saya tidak berlebihan, toilet portable yang saya masuki ini lebih “megah” daripada toilet di pesawat udara maupun kereta api.
Selain item-item standar seperti selang air, kaca, toilet ini dilengkapi aneka sarana lain, yakni sabun tangan cair, wastafel untuk cuci tangan dan muka, sabun cuci muka, dan kipas angin. Untuk tisu, di toilet portable ini disediakan di sisi kiri dan kanan. Yang menarik, setelah kita buang air kecil atau besar, metode flush-nya cukup menginjakkan tombol di lantai.
“Seandainya nggak ada yang antre, saya bisa berjam-jam nongkrong di toilet ini,” ungkap saya dalam hati. Maklum, toilet bagi saya adalah ruang inspiratif yang produktif. Selain bisa membaca, sambil nongkrong di toilet, saya bisa mendapat sejuta inspirasi.
Selain bersih dan wangi, ukuran toilet ini cukup besar. Ukurannya dua kali toilet portbale yang biasa kita pernah mampir. Tak heran, jika masuk ke toilet ini, Anda ingin berlama-lama di dalam. Setelah buang air kecil atau besar, kita cuci tangan, dan wajah, sambil merapikan rambut di depan cermin yang disediakan cukup banyak di toilet itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)